Sabtu, 13 Juni 2015

Aku Tumbang..

mulut terkunci ketika harus menatap apa yg aku lihat
entah apa yg aku rasa, bukan satu hal yang biasa
tapi ini mungkin luar biasa
mungkin jantung dan apa yg ada dikepalaku sudah ingin meledak
atau mungkin ini saatnya meledak?
aku tidak pernah tau akan hal itu..

setiap apa yang aku ungkapkan,
selalu ada hal yang membuatku berhenti untuk mengungkapkan,
apakah ini saatnya?
aku tidak pernah tau akan hal itu..

bukan lagi cerita menarik yg aku dapat..
bukan lagi canda tawa yang aku dapat..
bukan lagi sentuhan yang aku dapat..
dan bukan lagi, ah sudahlah.. saya lelah..

satu pohonpun akan selalu bergugur daunnya
akan lemah akarnya
dan seketika akan tumbang..
ketika pemiliknya tak mampu untuk membuatnya berdiri tegak..
begitu pula cerita ini..
pasti akan tumbang, entah kapan itu..
aku tidak pernah tau akan hal itu..

haruskah aku berlari?
mengejar waktu hingga matahari tenggelam..
sudah tak mampu lagi..
sudah banyak luka di kaki ini untuk meraihnya kembali
dan belum tentu akan aku raih lagi..

lalu,
apa yang bisa aku lakukan?
melepaskannya di lautan?
mungkin aku akan khawatir jika melepaskan di lautan
dia akan bertemu dengan banyak karang yang indah,
tapi bisa jadi karang yang indah itu melukainya..
aku tak setega itu..
atau melepaskannya diudara?
dan melihatnya dari puncak gunung?
ya, ketika aku bisa melepaskannya disana,
dia akan terbang bebas dengan apa yang dia inginkan..
dan ketika aku ingin melihatnya, aku harus berjuang lagi..

Inikah saatnya?
belum kan Tuhan?
rasanya belum mampu satu warna penting dihidupku aku hapus
bahkan aku ganti dengan warna hitam ataupun putih..
dia merahku..
seperti darah yang mengalir ditubuhku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar